Posted in

Stadion Si Jalak Harupat Digeber Pemkab Bandung Demi Layak Jadi Venue Piala Presiden 2026

Kabupaten Bandung memacu persiapan Stadion Si Jalak Harupat untuk memastikan kelayakan sebagai salah satu venue Piala Presiden 2026. Proses asesmen oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tengah berlangsung ketat, mengevaluasi seluruh aspek infrastruktur dan fasilitas stadion guna memenuhi standar penyelenggaraan turnamen bergengsi tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, mengonfirmasi bahwa tim PSSI telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana stadion. “Saat ini kami sedang mempersiapkan seluruh persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk kondisi rumput, tegakan, dan infrastruktur pendukung lainnya. Prosesnya masih berjalan, namun kami optimistis dapat memenuhi standar yang ditetapkan,” ujar Dicky di Bandung, Selasa (7/7).

Pemkab Bandung menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai modal berharga. Stadion Si Jalak Harupat pernah menjadi tuan rumah Piala Presiden 2025, sehingga pihaknya telah memahami kriteria yang harus dipenuhi. “Pengalaman tersebut menjadi acuan bagi kami untuk lebih siap menghadapi asesmen edisi 2026. Kami tidak ingin mengulangi kesalahan dan akan memastikan semua fasilitas dalam kondisi prima,” tambah Dicky.

PSSI menetapkan sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi, antara lain kualitas lapangan, sistem pencahayaan, kapasitas tribun, hingga fasilitas pendukung seperti ruang ganti, ruang media, dan area penonton. Selain itu, keamanan dan kenyamanan penonton juga menjadi prioritas, mengingat insiden penggunaan flare dalam pertandingan sebelumnya yang sempat meresahkan.

Kapolda Jawa Barat sebelumnya menegaskan tidak akan mentolerir aksi penggunaan suar (flare) dalam pertandingan Piala Presiden. “Kami akan bekerja sama dengan panitia penyelenggara dan pihak keamanan stadion untuk memastikan tidak ada pelanggaran. Keamanan penonton adalah yang utama,” tegasnya dalam keterangan resmi.

Piala Presiden 2026 sendiri akan menjadi ajang yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan bahwa turnamen ini akan diikuti oleh 64 klub Liga 4 dari 38 provinsi di Indonesia. “Ini adalah bukti bahwa sepak bola mampu mempersatukan bangsa melalui pembinaan akar rumput. Kami ingin memberikan kesempatan kepada klub-klub kecil untuk tampil di panggung nasional,” kata Erick.

Turnamen pramusim ini juga akan diikuti oleh delapan tim dari empat negara berbeda, termasuk klub-klub yang memiliki pemain asal Indonesia. Jadwal resmi Piala Presiden 2026 akan dimulai pada 25 Juli mendatang, dengan pertandingan perdana yang dipastikan akan menyedot perhatian publik.

Sementara itu, klub-klub Liga 1 seperti Persib Bandung dan Persebaya Surabaya juga tengah mempersiapkan diri untuk tampil di turnamen ini. Pelatih Persib, Igor Tolic, mengaku tidak memasang target tinggi pada Piala Presiden 2026. “Fokus kami saat ini adalah mempersiapkan tim dengan baik untuk kompetisi utama. Piala Presiden menjadi ajang uji coba yang berharga,” ujarnya.

Dengan proses asesmen yang masih berlangsung, nasib Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue Piala Presiden 2026 akan ditentukan dalam waktu dekat. Pemkab Bandung berkomitmen untuk memenuhi seluruh standar yang ditetapkan PSSI, demi mendukung suksesnya penyelenggaraan turnamen yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *